Reza baru menyadari betapa ia kehilangan kesabaran ketika malam semakin larut, sementara layar ponselnya tetap sama. Tidak ada nama Maya muncul membalas chatnya yang masih setia centang satu. Hanya jam digital di sudut layar yang terus bergerak, seolah mengejek kegelisahannya sendiri. "Apa dia ke Bali sama Hanif dan akhirnya tidak bisa menghubunginya? Apa itu kejutannya? Ia duduk di sofa ruang tamu rumahnya, masih mengenakan kaus abu-abu dan celana santai. Pekerjaan hari itu sudah selesai sejak dua jam yang lalu, Audrey pun sudah pulang lebih dulu. Rumah terasa terlalu sunyi malam ini, lebih sunyi dari biasanya. Reza mengangkat ponselnya lagi. Chat terakhirnya masih berada di posisi yang sama. 'May.' Satu kata, hanya panggilan sederhana yang masih centang satu, bahkan tidak terkirim,

