Butuh waktu lama bagi Gendis untuk berdiam di kamar mandi karena menikmati mewahnya fasilitas di hotel tersebut. Air hangat dengan aroma terapi yang khas membuat Gendis tidak ingin beranjak dari bathtub sambil bernyanyi juga mengusap-usap perut. Namun sebuah ketukan pintu dari luar membuat Gendis mau tidak mau harus mengakhiri aktivitasnya. "Ah, padahal aku masih nyaman banget tiduran disini. Papa kamu sangatlah mengganggu sekali, Nak," gumam Gendis segera meraih handuk dan melilitkan handuk tersebut di dadanya. Rambut yang basah juga dia bungkus dengan handuk kecil. Barulah dia membuka pintu kamar mandi. "Kenapa …." Glen menggantungkan bicaranya setelah melihat Gendis yang hanya memakai handuk dari bagian dadaa sampai atas lutut. Glen menatap Gendis dari atas ke bawah sampai dari bawah

