Hari sudah menunjukkan pukul tujuh pagi dan Gendis masih berbaring di atas tempat tidurnya. Dia sudah bangun sejak dua jam lalu, tetapi enggan untuk beranjak. Detik demi detik yang dia lewati hanya untuk memikirkan kartu hitam pemberian Glen. Bahkan Gendis juga sudah menyimpan nama Tuan Glen di ponselnya beberapa menit lalu. "Ah, kenapa sih aku ini? Apa sebegitu berat ngambil uang di kartu itu? Bukannya dia kasih dengan suka rela? Jadi nggak akan masalah aku ambil juga," gumam Gendis seraya menghela napas berat. Gendis pun beranjak kemudian pergi mandi dan bersiap untuk ke rumah sakit. Namun lagi-lagi di depan lemari bajunya, Gendis berulang kali membolak-balikan kartu berwarna hitam pemberian Glen tersebut. "Biayanya nggak akan cukup dengan uang yang aku punya. Jadi apa sih yang buat k

