Dua hari berlalu, dan hari itu adalah hari di mana menjadi hari yang penting bagi Dinda. Orang tua Arkhan datang melamar Dinda di hari itu. "Assalamualaikum, Bu, Pak. Terima kasih telah menerima kedatangan kami," ucap Nia tersenyum ramah. "Waalaikumsalam, Bu Nia, Pak Bayu. Silakan duduk. Kami senang bisa bertemu dan berbicara dengan kalian," sahut Mama Dinda dengan senyuman hangat. “Kami datang dengan niat yang baik, Bu. Kami ingin melamar Dinda sebagai calon istri anak kami," ucap Bayu, papanya Arkhan. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas niat baik kalian. Dinda adalah anak yang baik, kami senang melihat dia dikelilingi oleh keluarga yang juga baik." Radit, papanya Dinda berkata sembari menatap putrinya dengan tatapan penuh kasih sayang. "Iya, Om, Tante. Kami yakin Dinda akan b

