Hari ini adalah hari pertunangan Juan dan Itzel, pertunangan mereka berjalan dengan lancar.
Pertunangan mereka dilaksanakan di kediaman Itzel yang hanya dihadiri orangtua mereka saja, tanpa menghadirkan keluarga besar mereka.
Walaupun ini adalah pertunangan tertutup Itzel merasa sangat bahagia karena akhirnya ia resmi menjadi tunangan Juan.
Jika Itzel bahagia, maka berbeda dengan Juan dari tadi Juan tampak murung dan enggan untuk membuka mulutnya berbicara, bahkan untuk tersenyumpun rasanya sangat berat.
Karena sejak selesai menyantap makanan tadi Itzel tidak melihat keberadaan Juan lagi, akhirnya Itzel berpamitan kepada orangtua Juan dan orangtunya untuk mencari Juan.
"Bunda Ayah Itzel permisi sebentarya.. mau cari Juan dulu"
"Iya sayang, sepertinya tadi Bunda lihat Juan menuju ke arah kolam renang" jawab Jovanka
"Terimakasih Bunda, Itzel nyusul Juan dulu"
"Iya syang"
Itzel lalu berdiri dan berjalan ke arah kolam renang dan menghampiri Juan yang sedang duduk di kursi dekat kolam.
"Juan" Panggil Itzel sembari duduk di kursi dekat Juan.
"Ya" Juan menjawab malas tanpa menoleh ke arah suara tersebut.
"Ini aku buatkan jus stroberi" sambil menyodorkan jus tersebut kepada Juan.
Tanpa berkata-kata Juan lalu mengambil dan meneguk habis jus tersebut. Melihat itupun Itzel lalu tersenyum, Itzel tau Juan tidak akan menolak karena itu adalah jus kesukaanya.
"Trimakasih" kata Juan singkat dan meletakkan gelas jus tersebut di atas meja.
"Iya, sama-sama"
Lalu setelah itu kembali hening seperti tidak ada seorangpun di tempat itu.
Akhirnya Itzel memberanikan diri dan membuka percakapan.
"Kamu nanti rencananya mau kuliah dimana?" tanya Itzel
"Kenapa? mau mengikutiku lagi?" tanya Juan sinis
"Sebegitu tidak suka kah kalau aku di dekatmu?" tanya Itzel sambil menundukkan kepala
"Iya, aku sangat-sangat tidak suka. Jangan coba-coba untuk satu kampus denganku atau aku akan semakin membencimu"
Itzel lalu menghembuskan nafasnya pelan dan mengangkat kepalanya. Kata-kata seperti ini sudah sering ia dengar dan membuat ia terbisa dengan mulut pedas Juan.
"Iya, aku tidak akan kuliah di tempat yang sama denganmu"
"Oke pergi sejauh mungkin, kalau perlu kuliah di luar negeri sana. Aku muak melihat wajahmu setiap hari"
Jika biasa Itzel tidak pedulu dengan perkataan Juan, kali ini Itzel mencoba memahami dan mengalah agar juan tidak semakin membencinya. Mungkin dengan begitu Juan akan merasa lebih baik.