Acara telah selesai dan semua tamu undangan sudah pulang beberapa waktu yang lalu namun berbeda denganku karena sepertinya Mas Bram akan menyidangku terkait adegan peluk-pelukan diantara aku dengan Darren yang sempat beliau pergoki di dalam kamar tadi. Selain Mas Bram, kedua sahabatku juga telah turut serta dan sudah duduk manis di kursi seberangku sehingga dapat dikatakan jika semuanya telah hadir dan lengkap. Mas Bram sebagai hakim sedangkan Mbak Maura dan A'Muda bertugas sebagai penasihat dan panitera sidang. "Bisa kalian berdua jelaskan mengenai adegan yang saya lihat di dalam kamar tadi?" Mas Bram terus saja melihatku dan Darren secara bergantian dengan tatapan menyelidik yang tajam serta menuntut. Aku menatap Darren sebentar dan berharap jika dia mau menjelaskan semuanya namun se

