"Aarrhh ... Zayn. You're so strong!" desah parau wanita berambut pirang yang berserakan di atas bantal berada di bawah tindihan tubuh pemuda yang tengah menggenjotnya dengan penuh semangat. "Tentu saja, Rowena. Aku harus memuaskanmu bukan? Kita bisa melakukannya lagi dan lagi sampai pagi tiba kalau kau mau," balas Zayn sembari menghunjam tubuh telanjang yang tertaut bersama badan kekarnya. Peluh mereka bercucuran seiring panasnya gairah yang tercipta. Wanita itu adalah Rowena Thompson, adik kelas Zayn di Fakultas Kedokteran Universitas Genewa. Pendekatannya sejak sebulan lalu membuahkan hasil sesuai dengan keinginannya. Memang Zayn paling tidak bisa melihat gadis cantik apalagi yang lugu belum tersentuh oleh napsu seorang pria. Pilihan mangsa terempuk baginya memang jenis perempuan sepe

