Hati yang Dijaga

2233 Kata

Namanya Layla, wanita cantik yang begitu anggun. Tutur katanya lembut, pantas saja Marcel menyukainya. Rambut pirang keemasan tergerai jatuh, sedikit bergelombang, memantulkan cahaya lampu taman yang temaram. Matanya berwarna cokelat madu, hangat dan menenangkan, kontras dengan Vita yang merasa dirinya jauh berbeda, terlalu banyak bicara, cerewet, dan tubuh yang jauh dari kata jenjang. Malam itu, mereka duduk berdua di bangku besi bercat putih di halaman belakang mansion keluarga Montegard. Udara sejuk membawa aroma mawar dari semak-semak, sementara gemericik air danau buatan mengisi kesunyian di sela obrolan. Lampu-lampu kecil di pohon mapel berkelip lembut, menciptakan suasana intim yang tak disengaja. Layla tersenyum sambil memegang secangkir teh herbal yang tadi dibawakan pelayan. “A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN