Hukum Karma

2182 Kata

Vita mencoba menahan tawa saat dokter keluarga Montegard, dengan wajah tetap serius dan profesional, menjelaskan bahwa pingsannya Marcel bukan karena penyakit berat, melainkan reaksi syok tubuh akibat masuk lumpur sawah. Baginya, itu pengalaman asing, tubuhnya kaget dengan rasa dingin dan kotoran yang menempel. Hal sepele dimana kaki terbenam lumpur, ternyata cukup membuat pria yang biasa hidup di balik kemewahan dan ruang rapat itu limbung hingga kehilangan kesadaran. Vita duduk di kursi panjang ruang tamu, tangannya menutupi mulut agar tawanya tidak pecah keras, sementara Rania di sampingnya juga tampak menunduk, bahu sedikit berguncang karena menahan geli. Pemandangan Marcel yang pucat tapi tetap berkelas, meski hanya karena lumpur, terlalu ironis untuk tidak ditertawakan diam-diam. N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN