Pada akhirnya pilihan tersulit itu datang. Aku kesulitan, dan mulai lemah. Mentari memilih mencerna terlebih dahulu. Memutar kembali ucapan Wanda yang masih menatapnya serius. Mentari tak mengerti masalah apalagi ini. "Kalau lo mau mutusin hubungan persahabatan ini, gue terima. Tapi Tar, rasa suka gue sama Raja sejak lama udah cukup sampai disini gue pendam sendiri" Begitu kata Wanda. Mentari menelan ludah kasar, matanya bergerak gelisah. Mentari memandang Wanda sekali lagi, jelas sekali Wanda sedang tak main-main. "Kita sahabat Wan, apa harus Raja?" Mentari mencicit, menahan gejolak sakit yang melanda. Demi Tuhan dia tak pernah membayangkan bahwa sahabatnya sendiri akan berkata lebih baik hubungan persahabatan mereka putus asal Wanda dengan terang-terangan mendekati Raja kali ini

