43

1171 Kata

         Jagan lupa vote dan comment biar nextnya cepet. "Udah Mik," Mentari berusaha menenangkan Miko, cowok itu terus menangis sejak semalam, memeluk Mentari, menumpahkan semua rasa sedihnya. Ini jelas bukan Miko, cowok itu benar-benar terpuruk, kehilangan sosok Bunda yang lemah lembut, yang selalu ada untuk Miko sejak kecil. Miko bahkan tak mau repot-repot menyembunyikan tangisnya bagai anak kecil, bersembunyi di leher Mentari. Mentari janji, dia akan menggantikan Bunda, dia akan selalu ada untuk Miko "Lo masih punya gue Miko, jangan sedih." Janji Mentari. Tangan lentiknya mengusap rambut Miko, pemakaman sudah kosong, hanya ada Damian dan Raja. Jelas Mentari tau sedari tadi menatapnya, tapi Mentari tidak perduli. Dia sudah menyerah pada Raja, cowok itu yang memintanya pergi, sekaran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN