Hampa. Adalah satu kata yang nyatanya masih belum cukup menggambarkan perasaan Mentari. Satu minggu berlalu dengan lamban, seolah waktu menyiksanya. Mau tak mau Mentari disadarkan. Jaraknya dengan Raja sama seperti dulu. Jauh. "Move on Tar" Valerie menepuk bahu Mentari. Gadis yang tengah memandang kearah lapangan dari lantai dua itu menatap Valeria dan Naya yang menatapnya prihatin. Lihat saja, dengan tak tau malunya Mentari malah asik memperhatikan Raja yang tengah bermain basket. Diam-diam mengagumi cowok itu. "Sulit Val" Mentari mendesah kesal. Soal Wanda. Cewek itu benar-benar menjauh dari Mentari, Naya bahkan Valerie. Sekarang ketika Wanda akan mendekati Raja. Mentari sudah tak ada hak apapun untuk melarang. Ia bukan siapa-siapa. "Ayolah. Raja bukan satu-sat

