"Mas, sudah subuh ayo bangun!" Alya menepuk lengan sang suami yang masih setia mendekapnya. Perlahan mata pria itu mulai terbuka, tersenyum lembut karena ada sang pujaan hati di sampingnya. Bibirnya akan mendekat, tapi ditolak oleh Alya. "Belum gosok gigi." Alya mencoba melepaskan diri dari dekapan suaminya. Namun, ternyata tak semudah itu, Gema terus saja mempertahankan posisinya. Alya memberi satu kecupan di pipi suaminya, dekapan itu melonggar dan Alya dengan cepat bangkit, lalu mulai turun dari ranjang mereka. "Kamu seksi pakai daster." "Aku mau pakai apa aja tetap seksi di mata kamu, Mas." Alya dengan penuh percaya diri berlenggak-lenggok masuk ke kamar mandi. "Seksi yang menyiksa itu memang berat," gumam Gema melihat bagian bawahnya yang sudah mengalami ketagihan dengan tubu

