CHAPTER 21 : CURHAT

1273 Kata

Sekotak tisu sudah habis Alya gunakan untuk menghapus air matanya. Gema yang melihat itu hanya bisa menghela nafas lelah. Ada rasa kesal dalam dirinya. Ternyata pria yang bernama Aydan begitu berarti untuk Alya. Mereka sudah berada ruangan kerja Gema, tentu di kafe milik pria itu. Triplet sendiri telah tertidur di kasur lipat kepunyaan Gema yang ada di ruangnya. "Sudahlah, Al." Gema berusaha menenangkan, apa wanita itu tak sadar dia sebenarnya kesal Alya menangisi Aydan seperti ini. "Aku lagi patah hati, Mas pasti ngerti, 'kan?" "Iya tahu, tapi 'kan ada aku yang enggak kalah dari dokter itu." Alya memukul lengan Gema. Bisa-bisanya di saat seperti ini dia malah promosi diri sendiri. "Apa yang Mas lakukan dulu agar bisa sembuh dari patah hati?" Gema berpikir, patah hatinya bahkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN