"Vio, Ela, ayo baikkan." Alya terlihat memohon agar putri-putrinya tidak seperti ini. Mata Alya mulai berkunang-kunang, ia benar-benar butuh tidur. "Ela enggak suka Kak Pio!" "Pio enggak suka Ela!" Hiks. Vanya menangis kembali, membuat Alya semakin pusing. Dia berusaha menenangkan Vanya saat ini. Sampai suara ketukan membuat Alya merasa lega. Karena dia yakin bahwa itu Gema. "Masuk!" Gema segera masuk, ia melihat Alya tampak pucat, Viona dan Vela saling berjauhan seperti yang diceritakan Alya mereka bertengkar, sedangkan Vanya— "Om … Gema." Tentu langsung menghampirinya karena Gema adalah om kesayangan Vanya. Om kesayanganku adalah papa kandungku. Begitulah kira-kira. "Anya sayang kenapa nangis kayak gini?" Gema menggendong Vanya dan mengecup pipi chubby itu berkali-kali hin

