Suara tawa batita memenuhi kediaman Aarash. Viona, Vela, dan Vanya sedang bermain kejar-kejaran. Padahal baru beberapa jam yang lalu mereka demam, tapi sekarang ketiganya seperti kelebihan energi. Untunglah di rumah Gema termasuk aman karena tidak ada benda-benda kaca yang berbahaya. "Opaaaaa!" panggil Vela mendekati Aarash yang sedang duduk di ruang televisi. "Apa Ela sayang?" Aarash sudah bisa mengenali Vela karena gadis kecil itu sangat ceria. Dia mendudukkan Vela di pangkuannya mendengar cerita Vela tentang nenek sihir jahat yang ia temui di mal tadi, Aarash mendengarkan dengan serius sesekali mencium pipi Vela gemas karena kelucuan gadis kecil itu. Tidak berapa lama Vanya dan Viona datang bersama Sophia. Sebenarnya Vanya terlihat malu-malu pada Aarash dan Shopia. Namun, dia mera

