Sebuah Keputusan

1509 Kata

Jantung Alifa kembali bergemuruh tak nyaman. Perasaannya bercampur aduk. Shock, tentu saja. Selama pernikahannya dengan Rafkan. Tak sekalipun meeeka membahas tentang masa lalu masing-masing. Lalu hari ini, tiba-tiba kedatangan perempuan cantik yang mengaku mantan istrinya Rafkan.  Mantan istri? Maksudnya ibunya Yasna? Pantas saja, Alifa merasa tidak asing dengan wajah perempuan di depannya ini. Memang iya. Wajah Yasna sedikit banyak menyerupai perempuan ini. Kini, Alifa tahu Kecantikan Yasna bersumber dari mana. Dan apa yang harus Alifa lakukan sekarang? "Alifa," sahut Alifa sebelum melepas jabatan tangan mereka. Silvy tersenyum ramah. Sejak tadi tatapan Silvy tak teralihkan. Dia terus menatap Yasna. Tatapan sarat kasih sayang dan kerinduan. Ya. Semua orang bisa melihatnya, termasu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN