"Kenapa Mas hanya diam?" tanyaku saat Mas Alex hanya diam, sama sekali tidak merespon kalimat penuh luka yang aku lontarkan padanya. "Lebih baik kamu pulang, aku sedang sibuk saat ini." Bukannya menjawab, Mas Alex malah mengusirku. "Aku—" "Pulang sekarang dan bawa makanan itu, aku tak butuh dia ada di sini." Dengan perasaan hancur, akhirnya aku pulang dan membawa kembali makanan yang aku masak dan ingin kuberikan pada Mas Alex. Sebelum aku keluar, aku melihat ke arah Mas Alex yang kini memalingkan wajahnya dariku. Hatiku merasa sakit saat melihatnya, tetapi tidak ada yang aku katakan. Aku berjalan dengan wajah tertunduk, aku sama sekali tidak peduli dengan sekitarku. Semuanya yang terjadi sangat menyakitkan bagiku. Aku memutuskan tak langsung pulang ke rumah, melainkan pergi menuj

