Sebut abangku gila. Dua duanya bukan satu doang. Sekarang bukan hanya bang Nino yang gila, bang Reno juga. Hidup mereka hanya kerja dan kerja. Kenapa aku sebut gila?, karena mereka seperti tidak memikirkan hal lain selain pekerjaan. Uang saja yang mereka tumpuk, tapi sama sekali tidak pernah mengenalkan siapa pun gadis pada kami sebagai pacar. Yang satu sibuk bolak balik Jepang, yang satu sibuk bolak balik Singapure dan Australie. Bukti mereka masih manusia hanya keributan kecil dan itu itu saja antara bang Nino dan bang Reno. “Saudara pengkhianat lo!!” selalu begitu bang Nino bilang kalo bertemu bang Reno baik di kantor papa atau di rumah orang tuaku. “Lah gue bebas berteman dan menjalin relasi sama siapa pun. Usaha gue masuk kemana aja, termasuk Syahreza Group. Elo aja baper gak jelas,

