Ketika cinta memanggilmu maka dekatilah dia walau jalannya terjal berliku, jika cinta memelukmu maka dakaplah dia walau pedang di sela-sela sayapnya melukaimu. - Kahlil Gibran *** Seorang ayah tidak mudah menitikkan air mata seperti ibu. Namun, bukan berarti dia tidak pernah merasakan luka dan kecewa. Bebannya begitu berat selama ini, sehingga dia menjadi begitu kuat. Meski tak ada yang tahu dibalik itu semua, ayahlah yang paling rapuh. Namun, ia pandai menyembunyikan perasaannya. "Kamu bukan lagi anak lelaki yang cengeng ketika kami tidak memberimu bola. Atau ketika kami tidak mengizinkanmu bermain bola. Terutama saat musim hujan. Kamu bukan lagi anak lelaki yang harus kami perintahkan untuk berhenti bermain bola, lalu mandi dan pergi belajar," ujarnya dengan sorot mata penuh kekecewaa

