Jalan Buntu

1702 Kata

Kebohongan bisa menyelamatkanmu hari ini, tapi akan membinasakanmu di kemudian hari. *** Andri masih pada posisi yang sama. Entah dia menyadari kedatanganku atau tidak. Matanya masih terpejam. Bau asap rokok begitu menyengat, ampasnya berserakan hampir memenuhi meja. Aku dan Reno duduk saling berhadapan. Kami sama-sama menatap Andri yang duduk di sampingnya. "Andri di sini sejak dua hari yang lalu." Reno mulai membuka pembicaraan. Memecahkan keheningan di antara kami bertiga. Mulut ini seperti terkunci saat ingin berkata. Aku masih tertunduk, gelisah. Menunggu Andri membuka matanya. "Kamu udah sarapan, Zi?" Tiba-tiba Reno bertanya itu. Aku memilih tetap diam tak menjawab. "Kalau belum, biar aku minta Mang Yayat buatkan sarapan kesukaanmu." Ini yang aku benci saat bertemu dengannya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN