Ketika Cinta diuji

1404 Kata

Kemarahan diawali dengan kegilaan dan akan berakhir dengan penyesalan. — Ali bin Abi Thalib — *** Bogem mentah mendarat tepat di pipi Alfian, ketika dia baru saja tiba di rumahnya setelah melakukan fitting busana pernikahan. Saat itu dia sedang merebahkan tubuh di atas sofa ruang keluarga. Namun, tiba-tiba seseorang datang langsung menyerang. Sontak dia terkejut dan langsung mengelus pipinya. "Lo, kenapa tiba-tiba nonjok gue, No?" Alfian berseru dengan tetap mengelus-elus pipinya. "Harusnya, lo mikir, Fi!" teriak Reno tepat di depan wajahnya, sambil mencengkram kerah baju saudara sepupunya itu. "Beraninya lo nikahin Zizi, Fi!" ujarnya dengan mengeratkan gigi, setiap kalimatnya penuh dengan penekanan. "Lepas dulu, No. Biar gue jelaskan!" Kembali satu pukulan mendarat di pipi satun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN