Akhir Perjalanan

1417 Kata

Setelah menjemput Zhafran dan Biyan, kami tak langsung pulang melainkan mampir ke kedai gelato. Tadi pagi aku berjanji pada putraku jika dia tidak menangis di sekolah akan aku belikan es krim. Dan, dia melakukan semua hal yang aku katakan dengan sangat baik. Sepanjang perjalanan ke arah malioboro tidak ada perbincangan soal Hot Papa yang membuat Mimi berteriak histeris. Ada dua bocil yang memasang wajah seram ketika kami membicarakan pria lain. Meski Mas Aiman dan Pak Arayan sedang sibuk bekerja. Mereka punya penjaga kecil nan imut, membuat kami tidak bisa berbuat macam-macam. “Mimi endong ...” Zhafran minta digendong karena tidak bisa melihat kotak es krim. “Mimi,” teriaknya lagi tak sabaran. “Iya, Sayangku. Sabar dong, Nak. Mami sedang membalas pesan dari Daddy.” Zhafran menghentakk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN