POV Aiman 5

1258 Kata

“Bisa kita bicara sebentar?” Aku mematikan rokok yang sedang aku hisap saat Afif tiba-tiba ada di sebelahku. “Amanda dimana?” “Sudah tidur. Dia kelelahan setelah seharian mengurusku.” Sebenarnya aku tidak ingin ikut acara liburan dadakan ke Gunungkidul. Namun, sepupuku memaksaku untuk ikut. Dia berkata jika Afif ingin bicara denganku sebelum kembali ke Semarang. “Bagaimana keadaanmu?” tanyaku ketika Afif tak kunjung bicara. “Seperti yang kamu lihat, aku tidak memiliki harapan untuk hidup. Waktuku menemani Amanda sudah hampir selesai dan kamu yang akan melanjutkannya ...” “Kamu bicara apa?!” aku sedikit meninggikan suara ketika Afif dengan mudahnya memberikan istrinya padaku. “Ucapanmu barusan bisa melukai hati Amanda.” Tubuh Afif semakin kurus, wajahnya pucat dan lingkaran hitam di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN