Mual Muntah

1073 Kata

Jika sedang melamun sendiri di dalam kamarnya, kadang Max selalu mengingat sosok Hanna. 'Aaah sialan! Ada apa dengan lo, Max! Gadis seperti dia bisa lo dapatkan lagi! Kenapa lo terus memikirkan dia!' Satu sisi hati Max berbisik. Ya, jujur saja, ego Max mencoba menyangkal kalau dia sudah jatuh cinta pada gadis desa itu. Dia selalu berdalih kalau dirinya hanya bernafsu saja. Hanya nafsu, bukan cinta! "Oke Hanna, saya akan melupakan kamu! Tapi, kalau suatu hari saya menemukan kamu lagi ... saya akan membuat kamu menjadi orang yang paling menyesal di dunia ini!" pikir Max. Entahlah! Entah apa yang akan Max lakukan jika suatu hari dia mememukan Hanna lagi nantinya. Drddd, ponselnya berbunyi. Mungkin itu panggilan telepon dari suruhannya. Max angkat dan berharap dia mendapat kabar baik.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN