Dira POV Makan malam kali ini terasa berbeda, Kila tampak bahagia karena kulihat ia terus-menerus tersenyum sembari bertukar cerita dengan ibu dan ayah. Aku hanya menjadi pendengar mereka, aku menyesal karena terlambat mencintai Kila. Andai saja hatiku tak buta oleh cinta palsu Dista, aku pasti tak akan menyakiti wanita yang mampu memberi kebahagiaan baru di keluargaku ini. "Kila sayang, hari Kamis besok, kita ajak Sera ke rumah sakit tempat Dira bekerja. Kita ketemu sama dokternya, kita cek kondisi Sera. Kalau hasilnya bagus, jadwal operasi Sera bisa maju." ucap ayah, Kila semakin melebarkan senyumannya, sangat cantik. Bagaimana bisa aku mengabaikan wanita cantik yang kini jadi istriku? Aku bahkan pernah menyakitinya, menamparnya dan itu tak hanya sekali. Bodoh, kamu Dira. Apa kamu ba

