42. Dialogue

3125 Kata

“Regret is the most painful thing you can experience in life.” — Vincenzo “Gue ingin menikahi Luna.” Seto terbelalak. “Hah? Jangan bercanda!” “Kenapa enggak? Gue laki-laki dan dia perempuan. Oh, ya, gue mengatakan ini karena gue menghargai lo sebagai orang terdekat Luna, sebelum gue minta restu pada keluarganya.” “Enggak!” Seto menggeleng kuat-kuat. “Gue nggak ngizinin lo mendekati teman gue!” Laki-laki itu tergelak. “Kenapa? Lo juga suka sama dia?” “Bukan itu!” “Lalu?” Seto terdiam, kalut enggan ia kemukakan. Bagaimana mungkin ia mengizinkan Anton mendekati Luna, apalagi menikahinya. Anton—sama halnya dengan dirinya—adalah seorang preman dengan masa lalu yang jauh lebih kelam. Perawakan laki-laki itu besar dan tindak-tanduknya cenderung kasar. Bagaimana nasib Luna nanti setelah be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN