Tadi, Nobelia bilang ia membenci Saif. Benci setengah mati. Dan sekarang, Kiran memandangnya dengan senyum tersembunyi di mata dan bibir, “Ada jarak yang memisahkan jutaan tahun cahaya antara suka dan tidak suka, kamu harus jujur pada dirimu sendiri, lalu mengakui. Atau akan ada seseorang yang terluka lagi.” “Seseorang yang terluka lagi?” Nobelia mengulang pendek, membeo, lalu diam karena terasa kelu sekali pangkal lidahnya. Kiran mengangguk, “Kamu pernah bilang, dulu ada seseorang yang selalu berusaha mencuri hatimu. Kamu dibuat bingung olehnya, kamu terjebak dalam dua pilihan, suka atau tidak suka padanya. Tapi pada akhirnya, kamu sadar bahwa tidak akan mudah menghapus seseorang yang telah membawa hatimu. Nekat menghapusnya, sama dengan membunuh diri sendiri, meniadakan jantungmu.” Kali

