Pertemuan

1230 Kata

Shanaya mendekat setengah langkah, menurunkan suara, tapi tetap dengan senyum menggoda. “Kamu tahu kan, Nayara, dunia bisnis itu keras. Kadang perlu … kedekatan personal agar kerja sama berjalan lancar. Jangan terlalu baper melihat foto kemarin.” Jantung Nayara hampir meledak, tapi ia tidak ingin memberikan kepuasan pada Shanaya untuk melihatnya hancur. “Aku tidak peduli dengan caption atau foto itu. Yang aku peduli hanya satu: suamiku. Dan aku tidak akan biarkan siapa pun merusak rumah tanggaku.” Senyum Shanaya melebar, seperti singa yang menemukan lawan lemah. “Rumah tangga?” ia berbisik pelan. “Kamu yakin itu masih rumah tangga? Dari yang aku lihat … Arga jauh lebih hidup saat bersama aku.” Kata-kata itu menusuk dalam, membuat Nayara hampir kehilangan kendali. Tapi sebelum ia sempat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN