Support Dari Sahabat.

1306 Kata

Matahari sudah tinggi ketika sinarnya menembus jendela besar kamar utama keluarga Maheswara. Namun, suasana kamar itu sama sekali tidak hangat. Udara yang biasanya dipenuhi tawa kecil Shaila yang suka berlari ke ranjang orangtuanya, kini dingin dan kaku. Nayara sudah bangun lebih awal. Ia duduk di depan meja rias, menyisir rambutnya perlahan. Wajahnya terlihat tenang dari luar, tapi lingkar hitam di bawah matanya tidak bisa menipu siapa pun. Malam tadi ia nyaris tidak tidur. Pertengkaran di mobil masih terngiang jelas, setiap kata dari Arga berputar di kepalanya. "Kamu terlalu sensitif..." Kata-kata itu seperti palu yang terus memukul hatinya. Ia ingin marah, ingin berteriak, tapi yang keluar hanya hening yang semakin menjerat. Di belakangnya, Arga masih terbaring di ranjang. Ia bangun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN