Sampai Ke Nayara

1122 Kata

“Dengar,” Mahesa memotong cepat, masih dengan suara yang bisa ‘kebetulan’ bocor keluar. “Kalau memang ada masalah antara kamu dan Arga, jangan dipendam sendiri. Orang-orang di sini sudah melihat bagaimana kau menangis. Itu bukan hal kecil, Shanaya.” Shanaya menatapnya tajam, menyadari permainan Mahesa. Namun bukannya marah, ia justru tersenyum samar. “Kamu pintar sekali membuat drama.” Mahesa hanya mengangkat bahu, ekspresinya seakan polos. “Aku hanya bicara apa adanya. Lagipula … lebih baik orang-orang tahu sekarang, daripada semuanya terbongkar dengan cara yang lebih buruk.” Sementara itu, di luar ruangan, beberapa karyawan kembali melambatkan langkah, pura-pura lewat untuk mendengar lebih banyak. Potongan kalimat itu cukup untuk memperkuat gosip: Shanaya ada masalah dengan Arga. Sha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN