Luka yang Terbuka.

1049 Kata

Arga baru pulang. Masih dengan setelan jas rapi, hanya dasi yang sudah dilonggarkan. Rambutnya sedikit kusut, wajahnya terlihat lelah. Tapi entah kenapa, di mata Nayara, lelah itu tidak sebanding dengan luka yang ia rasakan. “Kamu pulang duluan?” tanyanya datar, sambil menaruh kunci di meja dan melepas dasi. Nayara menatapnya lama. “Apa aku punya alasan untuk bertahan di sana lebih lama, setelah semua orang menonton bagaimana istrimu dipermalukan di depan mereka?” Arga terdiam sejenak, lalu menarik napas panjang. Ia meletakkan jasnya di sandaran sofa. “Nayara, tolong jangan perbesar masalah ini. Itu hanya urusan bisnis.” “Bisnis?” Suara Nayara meninggi, tapi tetap terkendali. “Bisnis macam apa yang membuat seorang suami menggandeng mantan kekasihnya ke pesta keluarga, seakan-akan diala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN