24. Emosi Arka

1612 Kata

Tes penilaian akhir semester akhirnya telah usai dua hari yang lalu, dan itu membuat semua murid tampak lega. Entah itu karena mereka menganggap nilainya baik, atau merasa senang karena bisa saling mencontek satu sama lain, entahlah. "Ekhem," Raffa berdehem cukup keras. "Kenapa lo?," tanya Arka. Raffa menghirup udara sambil memejamkan matanya, berlagak seperti Roy Kiyoshi. "Saya mencium aroma-aroma traktiran enak nih," "Maksud lo?," tanya Arka yang tidak paham. Raffa hanya tersenyum jahat dan itu membuat Arka mengernyitkan dahinya. "Muka lo kenapa kusut gitu Nan?," tanya Raffa dengan senyum jahatnya tanpa membalas pertanyaan Arka. Arka yang melihat itu tampak peka, dan ia langsung mengingat kejadian minggu lalu. "Ohhh jangan-jangan lo kemaren nggak dapet contekan ya dari gue?," tany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN