Arka masih terdiam, apakah ia sedang bermimpi saat ini? Bukankah Cherry tidak ingin menemuinya lagi? Tapi ini...argghh! Plakkk "Aww sakit," ucap Arka sambil mengelus-elus pipinya. "Lo kenapa nampar gua sih?," kesal Arka. "Ya lo dari tadi diem mulu! Gue itu lagi ngomong! Huh," Cherry memutar bola matanya malas. Arka mencetak senyum kecil disudut bibirnya, ia sangat rindu dengan Cherry yang seperti ini, Arka rela jika dirinya ditampar, dimarahi setiap hari, asalkan ia dan Cherry bisa seperti ini. Arka tidak suka jika harus berdiam-diaman terus-menerus. "Lo bawain apa tadi?," tanya Arka. "Bubur," "Ambilin," ucap Arka dengan nada yang didatarkan. "Ambil aja sendiri, gue mau pulang! Oh iya satu lagi, nggak usah geer!," ketus Cherry. Cherry pun segera bangkit dari duduknya dan melangka

