CHAPTER 36

1129 Kata

Di kediaman keluarga Hendra, pria paruh baya yang memang sedari tadi masih mengobrol dengan anak dan calon menantunya, melihat Tia dan Marko yang sedang bertemu kangen, akhirnya pria paruh baya itu undur diri, ia meninggalkan sejoli itu berduaan di beranda rumah. "Ayah mau menonton kabar terbaru dunia bisnis dulu, kalian berdua mengobrollah di sini, Ayah masuk dulu," ucap Hendra kemudian masuk ke dalam rumahnya. Tia bisa melihat penyesalan di mata Marko, mata yang belum pernah Tia lihat sebelumnya. Tia bisa melihat betapa Marko sangat membutuhkan Tia dalam hidupnya, tetapi Tia belum bisa melupakan kejadian kemarin malam di rumah Bianca—pria yang ia cintai hendak melingkarkan cincin pertunangan di jari wanita lain, teringat akan hal itu, membuat hatinya teramat sakit. "Sialan! kenapa aku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN