"Selamat, atas Pernikahan kalian!" .... Bima menoleh. Mendapati seorang pria berjas hitam dengan kedua tangan terselip di balik saku celananya, tampak berdiri tak jauh darinya dan Dea. Nathan. Membuat air muka Bima seketika berubah. Kekeh dan senyum gelinya saat menanggapi sikap Dea pun menghilang. Terganti dengan wajah dingin yang dilengkapi dengan rahang terkatup samar. "Selamat, atas Pernikahan kalian!" ulang Nathan, sekali lagi. Pria itu tampak berjalan mendekati Dea dan Bima dengan langkah teratur. Berhenti tepat di depan keduanya, lalu mengulurkan tangannya. "Terima kasih!" sahut Bima seraya membalas uluran tangan Nathan. Menggenggamnya dengan sangat erat. Membuat Dea meneguk ludah, melirik tangan keduanya yang tampak saling bertaut dan menunjukkan buku-buku jari yang terlihat

