71. Dua mantan sahabat

1289 Kata

"Citra." . . . Rahang Bima tampak terkatup. Ada perasaan tak suka yang seketika menghinggapi dirinya, begitu mendengar nama itu disebut. Terlebih setelah mengetahui, jika Dea justru berniat untuk menemuinya. Duduk tak jauh dari Bima, Vano tampak memicingkan matanya. Pria itu tak segan-segan menunjukkan ketidaksukaannya, pada wanita yang dulu pernah disebut-sebut sebagai sahabat adiknya itu. "Mau ngapain, lo nemuin dia?" tanya Vano, dengan nada tak suka. Vano masih teringat betul, bagaimana ia memergoki Citra yang tengah berduaan dengan Nathan di apartemennya, beberapa bulan yang lalu. Yang membuat ia tak bisa menahan dirinya untuk tak menghajar Nathan saat itu juga, lantaran tak tega mendapati Dea yang seketika menangis di tempat dan nyaris saja pingsan, jika ia tak ada. Sementara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN