79. Camilan asam

1117 Kata

Gemerincing suara sendok dan cangkir kecil yang saling bertubrukan, terdengar memenuhi dapur minimalis di unit Bima. Dea yang tampak berdiri pada sisi meja kitchen island pun lantas berjalan perlahan. Membawa serta cangkir berisi kopi panas yang baru saja ia seduh kepada Bima, yang tengah duduk dan menunggu dirinya, tak jauh dari sana. Memastikan, bahwa minuman panas berwarna hitam pekat itu tidak tertumpah sedikit pun, dari wadahnya. "Ehm ... kamu yakin, tidak ingin menambahkannya sedikit pun gula?" tanya Dea pada Bima, yang lantas terlihat menerima cangkir kopi itu dan mulai menyesapnya perlahan. "Tidak, Sayang. Begini justru lebih sehat!" tukas Bima, lalu meletakkan cangkir itu di hadapannya, berjejer dengan beberapa potong roti tawar polos, yang tersaji pada sebuah piring besar. Bim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN