Dea melenguh kecil. Mengernyitkan kening, ia lalu membuka perlahan kedua kelopak matanya. Hal pertama yang gadis itu rasakan begitu ia membuka matanya ialah sakit kepala dan kantuk yang teramat sangat. Ditatapnya satu-persatu benda yang ada di hadapannya. Dashboard, kotak tissue, lalu .... Mobil! Bagaimana bisa, ia berada di dalam sebuah mobil? Mobil siapakah, ini? Apakah tadi ia benar-benar hanya sedang bermimpi? Apakah segala prosesi Pernikahan indah itu hanyalah sebuah mimpi? Pertanyaan demi pertanyaan, seketika memenuhi benak Dea. Gadis itu kembali memejamkan mata, mendapati kepalanya yang tiba-tiba saja berdenyut pening. Menarik napasnya dalam-dalam, Dea pun membuka kembali matanya. Menunduk, mendapati gaun pengantin bermodel Ball Gown yang terlihat masih melekat dengan sempurna

