Di atas ranjang

1842 Kata

Jarvis menatap nyalang pada sosok tinggi Nicholas. Matanya mendelik, marah sekali. Hanya gara-gara kamera, Asih nyaris dilukai. "Berapa? Katakan saja. Berapa harga kameramu?" Jarvis mencengkeram kerah baju Nicholas kasar. Ia dalam kondisi emosi yang buruk, jadi begitu menemui masalah, amarahnya keluar tidak terbendung. Nicholas terbahak keras. Ia yang dirugikan, ia juga yang diancam. Memiliki pasangan cantik memang merepotkan. Harus siap menghadapi banyak kumbang yang datang menyerang bunganya. "Haruskah kita ke kantor polisi? Agar kamu tahu kekacauan apa yang diperbuat pacarmu," gertak Nicholas. "Dia bukan pacarku, tapi istriku,"timpal Jarvis menegaskan status. Nicholas terpaku, mendorong Jarvis hingga akhirnya cengkraman pada pundaknya terlepas. Seleranya untuk berkelahi tiba-tiba l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN