Disela-sela kesibukanya, Hira masih sempat membaca beberapa novel yang banyak di d******i oleh karya Habiburrahman El-Shirazy dan Asma Nadia. Entah mengapa ia suka membaca novel bergenre religi islami seperti ini. Menurutnya kedua penulis ini punya magic tersendiri yang mampu menyihir pembaca hingga jatuh cinta sedalam-dalamnya. Selain membaca novel, Hira juga masih aktif membaca jurnal internasional yang menunjang perkuliahan dan pengetahuannya. Ia punya kebiasan setiap harinya untuk minimal membaca satu jurnal berbahasa asing untuk memperkaya khasanah pengetahuannya. Memang awalnya terlihat berat, namun lama-kelamaan menjadi candu yang tak terelakkan. Hira menjadi terbiasa dengan hal tersebut. 'Nanti tunggu di depan fakultasmu ya? aku jemput, sekalian mau ajak kamu makan.' Sebuah pes

