Ngracut Busananing Manungsa

1857 Kata

Hira hanya bisa menatap kosong di depannya. Beberapa minggu ini Hira kelihatan tidak bersemangat lagi. Bayang-bayang perjodohan kembali menghantuinya. Ia bimbang, apakah melanjutkan atau membatalkan saja. Semisalnya ia membatalkan, akan ada banyak hati yang ia kecewakan. Tetapi jika ia terima, apakah hatinya yang akan kecewa sebab mereka menikah juga tidak ada cinta di dalamnya. Cinta? bukankah bisa datang karena terbiasa? "Ehem!" Hira yang masih melamun lantas tersentak kaget dan mendongak menatap laki-laki yang berdiri menjulang tinggi di depannya itu. "Telat 15 menit 20 detik." Ucap Hira sambil menatap jam tangannya. Lantas gadis itu menatap Eling dengan pandangan jengah. Hira sebenarnya malas bertemu dengan Eling, tetapi laki-laki itu memaksa untuk bertemu. Eling berdalih jika dirin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN