Rawe-Rawe Rantas Malang-Malang Putung

1509 Kata

Lantunan surat yasin terdengar samar di antara angin sore yang berhembus pelan. Duduk diantara sepinya makam tak membuat Hira takut. Gadis itu tetap melanjutkan ziarahnya ke makam Barata. Sebelum kembali ke Jogja, Hira menyempatkan dirinya untuk berziarah ke makam Barata. Sudah lama ia tak berziarah ke sana. Selesai membaca surah yasin dan al fatihah, Hira berdoa seraya menadahkan tangannya. Kemudian tangan gadis itu bergerak menaburkan bunga ke atas pembaringan terakhir Barata. "Nak Hira?" kemudian gadis itu mendongak dan langsung berdiri ketika tahu siapa yang memanggilnya. "Mama?" kemudian gadis itu mencium punggung tangan Mama Barata dan memeluk perempuan senja itu. "Ya Allah, akhirnya ketemu kamu lagi. Gimana kabarmu nak?" tanya Mama Barata. Hira tersenyum, "alhamdulillah baik Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN