"Seharusnya kamu tadi membunuh ketiga domba itu Bernardo!" ujar Angel Diaz geram. "Maafkan saya Nyonya, mereka terlalu lihai." "Ah ... kau ini memang terlalu banyak alasan saja. Bilang saja jika kamu tidak becus bekerja begitu kan?!" Angel menatap Bernardo dengan matanya yang nyalang. Bernardo menunduk dalam tidak berani menatap wanita paruh baya cantik yang ada di depan matanya ini. "Kau sendiri seharusnya paham, dendam kakakku terhadap Shane dan Kian Dario harus tuntas. Pancing mereka keluar dari cangkang mereka, teror mereka lagi." Angel melirik Bernardo yang masih tak bergeming berdiri memunggungi jendela setinggi langit-langit kamar Angel. "Jengkel, aku jengkel! Ingat baik-baik dendam ini harus terbalaskan, secepatnya!" tunjuk Angel dengan menekankan jari telunjuknya di d**a keka

