Cempaka tampak banyak diam saat acara makan malam berlangsung, keceriaan Abimanyu di sela-sela obrolan tidak bisa menghibur hatinya yang sungguh merasa bersalah juga jijik dan murahan, karena dengan rayuan Abimanyu begitu saja ia sudah jatuh dalam kubangan nafsu birahi. "Tumben diam Kak? Masakan Mami nggak enak?" tanya Alma yang sedari tadi mengamati putri tunggalnya yang makan dengan tidak semangat itu. Cempaka menelan saliva dan menegakkan kepalanya yang sedari tadi menunduk dan menatap sang bunda. "Emm, enak kok Mami. Masakan Mami selalu enak," jawab Cempaka gugup. Abimanyu menghentikan candaannya dan menatap Cempaka lekat-lekat, Cempaka sempat bersitatap sekilas kemudian ia memalingkan wajah dan bangkit. "Cempaka sudah selesai makan." Cempaka berjalan ke arah dapur di mana sang as

