Acara pelukan kelimanya terurai dengan suara pekikan disertai langkah berdecit yang terdengar dari sepatu seorang bayi laki-laki montok yang berulang kali memanggil-manggil Abimanyu dengan sebutan 'Papa'. Siapa lagi jika bukan Casta yang tadi mendengar isakan suara tangis Abimanyu dan meronta dari gendongan Yora dan meminta melantai dengan langkah kakinya yang semakin kuat ia mencari sumber suara yang tidak jauh darinya itu. "Aaa..., Papa!" Tangannya saling bertepuk serta tertawa riang dan kemudian terulur menyusup di antara para orang dewasa yang mengurai pelukan dan mencengkeram kain celana jeans hitam yang dipakai Abimanyu, Casta memeluk erat kaki sang ayah dengan tubuhnya yang bersandar di kaki kanan Abimanyu. Semua orang terharu dan takjub melihat pemandangan di depan mereka. Saat i

