Widya sudah sampai di kota kecil itu dan saat ini ia sedang menunggu kedatangan Angel di Cow Bar. Ia mengedarkan pandangannya menyisiri seluruh bar yang pastinya didominasi oleh para pemilik hormon testosteron yang sedang menghabiskan waktu untuk makan siang. Ia menghembuskan nafasnya keras menghalau rasa gugup yang merasuk. Widya sendiri tidak terbiasa dengan tatapan para pria gagah itu. Ia merasa ditelanjangi hanya dengan tatapan mata mereka dari ujung rambut sampai kakinya. Huff … serem ih, kayak mau dimakan aja akunya. Kalau sama Abimanyu baru aku mau. Widya mengambil tempat duduk di sisi luar dekat dengan pintu keluar masuk pelanggan. Tepukan seseorang membuatnya menoleh dan menatap telapak tangan besar seseorang yang menempel di bahu kanannya saat ini. “Anda yang bernama Widya?” W

