Alee terburu-buru masuk rumah dengan tangis yang hampir pecah yang sejak tadi ditahannya. Dia marah, kesal, sedih bercampur jadi satu. Marah sampe pengen ngebenci seumur hidup. Azril yang ada di sana pun nggak dihiraukannya. "Lee?" Atha mengernyit begitu keluar dari dapur dan Alee berhambur memeluknya. Menangis di pelukannya dengan guncangan hebat. Dalam keadaan kayak gitu nggak mungkin untuk ditanya-tanya. Padahal Atha dan Azril penasaran banget. Apa dan siapa yang bikin Alee nangis sampe sesegukan kayak gitu. Tanpa disuruh, Azril ngambil air minum. "Minum dulu Lee ..." Alee nurut, meneguknya walau masih ada sisa sesegukannya. Tangis Alee reda, Atha masih menggenggam tangannya. Atha menatap putrinya khawatir. Menunggu Alee yang berinisiatif cerita. Atha belajar untuk nggak maksa an

