Demian mematung waktu membuka pintu, seseorang yang di luar dugaannya mau menemuinya di saat seperti ini. "Silakan masuk Om," Demian membuka pintu lebih lebar. Naufal tersenyum kecil lalu duduk di ruang tamu yang menurutnya termasuk lux. Demian melihat coat yang dipakainya terlihat kebesaran entah memang Naufal yang kurus? Demian cukup kaget dengan perubahan drastis paman kekasihnya itu. "Apa kabar, Om?" sapanya, bukan basa-basi, Demian benar-benar pengen tahu keadaan lelaki itu. "Udah mendingan," jawabnya. "Emh, mau minum apa Om? Takutnya ada pantangan," Demian agak kesulitan mengatasi rasa gugupnya. "Jus jeruk kalo ada," "Oh, tunggu sebentar." Demian masuk ke dalam. Sedang Naufal sambil menunggu dia berkeliling melihat-lihat lukisan abstrak yang tergantung di sana. "It

