BAB 28

1313 Kata

"Aku mau bicara" Keisha menunduk. Lalu ia mundur ke balik tubuh Demian. Kedua tangan Devan  terkepal erat. Hatinya sakit. Rasa sesak itu memenuhi perasaannya. Relung hatinya hingga rasanya ia ingin berteriak. Memanggil nama Keisha agar wanita itu mau menatapnya lagi. "Kumohon. Jika kau tidak akan berbicara lagi padaku setelah ini. Tidak apa. Asalkan saat ini. Biarkan aku berbicara sesuatu padamu. Hanya berdua. Aku berjanji tidak akan memaksamu untuk melakukan sesuatu" "Aku berjanji."suara Devan melemah. Ada nada memohon dari suranya, ya Devan berharap keisha mau berbicara lagi dengannya. Devan  melihat Demian menolehkan kepalanya ke arah Keisha. Seolah membisikan sesuatu. Keisha menggelengkan kepalanya. Sepertinya menolak. Hal itu membuat hati Devan  meringis. Keisha benar-benar tak

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN